Pentingnya Pendidikan Bagi Setiap Insan

Pentingnya Pendidikan

Belajar

Pentingnya pendidikan bagi setiap insan, seperti yang kita semua ketahui sekarang, tentang betapa pentingnya pendidikan bagi setiap orang, yang dapat berpengaruh pada taraf kehidupannya di masa yang akan datang, ini terbukti dengan semakin genjarnya pemerintah Negara tercinta kita Indonesia ini, untuk mengsosialisaikan wajib pendidikan 12 tahun , demi meningkatkan kualitas pendidikan kita semua sebagai warga Negara, serta semakin jarangnya lapangan kerja yang di buka bahkan hampir tidak ada yang tidak mencantumkan minimal pendidikan harus sampai tingkat sekian baru bisa mendapatkan pekerjaan tersebut atau hanya sekedar menerima panggilan untuk tes dan interview.

Nah itulah sekilas tentang pentingnya pendidikan, jika pada kesempatan sebelumnya saya telah membahas yang “harus di perhatikan untuk memasuki dunia kerja”, yang mungkin bermanfaat dan menarik bagi sobat sesejukpagi, mari kembali ke topik tentang betapa pentingnya pendidikan bagi setiap insan, terutama bagi generasi muda baik itu yang formal maupun yang non formal.

Lantas apa saja yang membuat pendidikan itu penting, berikut :

Berhubungan dengan tingkat pekerjaan

Meski tak selalu, tapi saya yakin hal ini sangat berpengaruh. Seperti yang saya ungkapkan sobat sesejukpagi di paragraph pertama, bahwa tingkat pendidikan seseorang akan sangat mempengaruhi apa nanti pekerjaan dia.

Kita lihat bersama kebanyakan lapangan pekerjaan yang ada memuat persyaratan minimal D-3 atau S1 dan sedikit SMA atau SMK, nah SMA dan SMK saja jarang, apa kabarnya yang SMP atau SD bahkan saudara kita yang tak seberuntung kita, yang bisa menyelesaikan minimal 12 tahun.

Jika pendidikan seseorang tersebut maaf saya sebut “rendah”, tentu dia akan sulit untuk mendapat pekerjaan yang baik dan layak, kecuali orang tersebut mempunyai keterampilan atau bakat khusus, tapi lagi lagi pekerjaan ini sangat jarang.

Berhubungan dengan kehidupan di masyarakat

Sah sah saja jika masyarakat menganggap enteng seseorang yang tak mempunyai pendidikan maupun keterampilan yang cukup, apalagi jika di tambah tak mempunyai pekerjaan yang tetap, serta kesehariannya hanya nongkrong saja.

Dalam hal yang lebih luas lagi, pergaulannya juga pasti hanya sebatas itu itu saja, dalam artian temannya tetap yang di temuinya sehari hari.

Berhubungan dengan keluarga

Jika masih ikut bersama orang tua, masih tenang tenang saja, apakah nanti anda bisa tenang kalau sudah berkeluarga sendiri, ketika sudah di karuniai buah hati.
Mari kita bayangkan, apa jadinya jika pendidikan kita maaf lebih rendah dari anak kita yang saat ini, misal anak kita sekarang SMP dan pendidikan ayah atau dan ibunya SD atau sama sekali tidak.

Dan anak tersebut memanggil  Ayah atau Ibu, dapat tugas dari sekolah, apa Ibu atau Ayah tahu tentang listrik statis atau listrik dinamis?, di suruh buat makalah, makalah juga bagaimana sih?.

Aduh mau jawab apa ya?.

Contoh kedua.

Ketika di kelas ada tugas, ceritakan tentang Ayah dan Bunda adik adik!.
Semua siswa menjawab Ayah saya begini, Ibu saya Begitu, dan terdengar menyenangkan juga menggembirakan, tapi ketika giliran anak anda, “saya bahagia mempunyai keluarga sederhana, semboyan keluarga kami, apapun asal kumpul, Ayah saya dulu tamatan SD sekarang bekerja di kebun Pak Kepala Desa jadi buruh tani dan Ibu saya juga tamatan SD sekarang bekerja membantu bapak di kebun Pak Kepala Desa jadi buruh juga.

Pasti dalam hatinya aku seberuntung mereka.

Contoh ketiga

Karakter anak pasti berbeda beda, ketika anak anda maaf nakal, gak mau sekolah dan maunya main main terus. Sebagai orang tua pasti menasehati nak kamu sekolah yang bener, biar gak seperti orang tuamu ini, hidupmu nanti bakal lebih enak daripada sekarang.
Ayah atau Ibu, buat apa sekolah, Cuma bikin pusing saja, sedikit sedikit tugas dan bayar lagi bayar lagi, ayah atau Ibu saja gak sekolah dulu, kenapa aku harus sekolah ya.

Pasti hancur perasaan kita.

Contoh ke empat

Ketika anda menceritakan tentang silsilah keluarga anda kepada anak anda, adik kakek dulu seorang perwira, kakek yang ikut mengusir penjajah dulu, hebat dong yah.
Iya hebat dan tau gak adik siapa om  sholikudin, dia kan adik ayah, iya om sholikudin lulusan terbaik di Harvard university sekarang jadi rektor, Keren yah.
Bemacam macam kebanggaan di ceritakan, lalu ayah sendiri dulu  sekolahnya gimana?, aduh ayah dulu sekolahnya di rumah sama kakek saja.

Tanggapan sobat Sesejukpagi bagaimana?

Nah sobat sesejukpagi, begitulah yang bisa saya, mungkin ini juga menarik bagi anda, silahkan klik di bawah ini untuk membaca :

Kunci penting agar hidup bahagia. 
Tips memilih universitas yang tepat. 
Kuliah sambil kerja.

Sekian yah sobat sesejuk pagi tentang betapa pentingnya pendidikan bagi setipa insan, semoga bisa menginspirasi anda agar semakin giat belajar dan mengasah keterampilan. Semoga bermanfaat.

Sholikudin

Sholikudin

Orang yang hobi jalan-jalan dan menulis.
Sholikudin

Latest posts by Sholikudin (see all)

47 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *