Apartemen Surabaya Stagnan Karena Harga Tinggi

Angka penjualan apartemen di kota besar seperti Bandung dan Surabaya terus mengalami peningkatan. Tingginya permintaan masyarakat dan kebutuhan akan tempat tinggal menjadikan angka ini terus meroket setiap tahunnya.

Sayangnya, hal yang sama tidak terjadi di Surabaya. Aktivitas penjualan di apartemen-apartemen Surabaya selama setengah tahun terakhir di awal tahun 2016 tercatat mandek atau tidak mengalami kenaikan. Hal ini mungkin terjadi akibat tingginya harga yang ditawarkan oleh pengembang.Apartemen Surabaya Stagnan Karena Harga Tinggi

Bukan tanpa alasan, harga yang ditawarkan kepada pembeli terus merangkak naik. Bahkan, harga rata-rata apartemen di Surabaya telah mencapai angka Rp 19,4 juta per meter persegi. Angka ini adalah jumlah dari kenaikan sebesar au persen dari harga pada semester II tahun 2015 lalu, atau naik sebanyak 6 persen dari semester I di awal tahun 2015.

Penyesuaian harga tersebut disebut merupakan pengaruh dari progres pembangunan secara keseluruhan. Oleh karenanya, persaingan kompetitif dengan permintaan yang melemah dan ditambah dengan ketatnya kompetisi antar proyek terjadi di pasar apartemen di ibu kota Jawa Timur ini.

Hal ini menyebabkan pengembang kini lebih berhati-hati untuk menyesuaikan harga dan menghasilkan pembatasan terhadap pertumbuhan harga apartemen di seluruh wilayah Surabaya. Terkait hal tersebut, aktivitas pengembangan di Surabaya Barat misalnya memicu adanya persaingan di pasaran dan akhirnya dapat memberikan tekanan pertumbuhan harga di bandingkan dengan harga pada semester II 2015.

Di Surabaya Barat sendiri, permintaan harga meningkat sebanyak 1,5 persen. Kini harga rata-ratanya menjadi sebesar Rp 20,5 juta per meter persegi. Hal berbeda dialami apartemen di Surabaya bagian timur. Harga rata-rata di apartemen yang berada di timur Surabaya menjadi harga yang terendah di bandingkan dengan kawasan Surabaya lainnya. Namun, harga tersebut memiliki pertumbuhan terbesar dalam waktu enam bulan ke belakang.

Sementara, Surabaya bagian Selatan hanya mencatat kenaikan harga sebesar 1,7 persen. Hal ini dikarenakan oleh sepinya penjualan di kawasan tersebut. Hal itu bisa dilihat dari hanya sedikitnya pertumbuhan apartemen dan lambatnya proses pembangunan proyek apartemen yang sudah berjalan.

hal tersebut juga terjadi di kawasan Surabaya pusat. Sedikitnya proyek yang baru dan para pengembang yang hanya fokus pada penjualan dan sewa apartemen yang telah ada membuat pertumbuhannya tidak banyak terjadi.

Padahal, karena merupakan pusat bisnis di kota tersebut, harga penjualan dan sewa apartemen di kawasan tersebut merupakan yang paling tinggi dibandingkan dengan wilayah Surabaya yang lain walau hanya naik sebesar 2,8 persen dari harga semester II tahun 2015 lalu. Kini harga di kawasan tersebut mencapai 29,5 juta rupiah per meter perseginya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *